Instagram Video 90 Menit vs Reels: 5 Perbedaan yang Perlu Diketahui

Instagram video 90 menit bukan berarti semua Reels kini bisa berdurasi satu setengah jam. Instagram sedang menguji Features untuk kreator tertentu. Artikel ini membandingkan durasi, bentuk layar, fungsi, cara ditemukan, dan ketersediaannya di Indonesia agar kamu tahu apa yang benar-benar berubah.

Apa Itu Instagram Video 90 Menit dan Mengapa Dibandingkan dengan Reels?

Instagram video 90 menit merujuk pada fitur uji coba bernama Features, bukan perubahan batas waktu seluruh unggahan Reels. Instagram mengumumkan percobaan ini pada 26 Oktober 2026 untuk membuka tempat bagi tayangan horizontal yang lebih panjang. Dengan begitu, kreator dapat membagikan sebuah percakapan, pertunjukan, atau episode lengkap tanpa harus selalu memecahnya menjadi banyak potongan pendek.

Saya menekankan perbedaan istilah karena judul berita tentang Instagram video 90 menit mudah membuat orang mengira setiap akun sudah mendapat tombol unggah baru. Kenyataannya, pada 28 Oktober 2026 pengujian baru melibatkan kelompok kreator tertentu di Brasil dan Amerika Serikat. Ketersediaan lebih luas, termasuk di Indonesia, belum memiliki tanggal pasti.

Di sisi lain, Reels masih menjadi salah satu pengalaman inti Instagram. Format ini populer untuk menemukan video secara cepat, melihat cuplikan menarik, atau membagikan sesuatu kepada teman. Features justru diarahkan untuk situasi ketika penonton ingin melanjutkan tontonan tanpa buru-buru berpindah platform.

Untuk memahami Instagram video 90 menit vs Reels dengan benar, saya membagi pembahasan menjadi lima perbedaan yang paling praktis: batas durasi, bentuk tampilan, fungsi konten, jalur penemuan penonton, serta akses bagi pengguna. Aspek tersebut lebih bermanfaat daripada sekadar membandingkan panjang waktu dalam angka.

Kabar pengujian ini penting untuk dibaca dengan konteks. Pengumuman produk merupakan rencana yang sedang diuji, bukan janji tanggal rilis atau bukti bahwa semua jenis akun akan memiliki menu yang sama. Karena itulah saya menggunakan sumber terbitan terbaru dan akan membedakan fakta pengujian dari saran praktis bagi pembaca. Dengan cara ini, kamu bisa memahami berita tanpa merasa harus segera mencari tombol fitur yang memang belum terbuka untuk semua orang.

Perbedaan 1: Durasi Features Hingga 90 Menit, Reels Lebih Singkat

Hal pertama yang membuat Instagram video 90 menit menarik perhatian adalah batas panjang tayangannya. Features sedang diuji untuk video horizontal hingga satu setengah jam. Ruang selama itu memungkinkan pembahasan lengkap, seperti podcast dengan beberapa narasumber atau tutorial yang membutuhkan demonstrasi bertahap.

instagram-video-90-menit-vs-reels-perbandingan

Reels dirancang terutama untuk pengalaman video singkat, meskipun batas teknis durasinya pernah berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, jangan menganggap angka lama yang terlihat dalam tutorial sebagai aturan permanen semua jenis akun. Reels dan Features memiliki tujuan yang berlainan, bukan sekadar pilihan durasi yang dapat diganti pada satu tombol.

Bayangkan seorang kreator kuliner merekam wawancara dengan pemilik restoran selama 50 menit. Dalam pendekatan Reels, ia biasanya memilih cuplikan proses memasak, jawaban lucu, atau tip praktis sebagai video terpisah. Dalam Features, jika akses tersedia, rekaman utuh bisa menjadi konten utama sementara potongan singkat dipakai untuk menarik minat.

Durasi panjang bukan berarti selalu lebih baik. Video 90 menit yang tidak terstruktur mungkin membuat penonton keluar lebih cepat daripada video pendek yang jelas manfaatnya. Saya menyarankan kreator memulai dari kebutuhan cerita: apakah penonton perlu konteks luas, atau sebenarnya cukup mendapat jawaban dalam satu menit?

Kesimpulan perbedaan pertama: Instagram video 90 menit memberi kemungkinan konten panjang bagi peserta uji, sedangkan Reels tetap cocok untuk ide yang dapat ditangkap secara cepat. Jangan memaksakan setiap konten menjadi panjang hanya karena fiturnya baru.

Perbedaan 2: Tampilan Horizontal Features dan Video Vertikal Reels

Perbedaan berikutnya terletak pada orientasi gambar. Instagram video 90 menit melalui Features diumumkan sebagai format horizontal atau landscape. Bentuk ini akrab bagi penonton film, tayangan televisi, webinar, dan video YouTube yang memakai layar lebih lebar.

Reels, sebaliknya, identik dengan video vertikal yang memenuhi layar ponsel saat digenggam tegak. Penonton dapat menggulir ke video berikutnya dengan gerakan sederhana. Pemilihan bentuk gambar memengaruhi bukan hanya estetika, tetapi juga bagaimana sebuah adegan direkam dan dipotong.

Sebagai contoh, wawancara dua orang lebih nyaman direkam secara horizontal ketika keduanya harus terlihat sekaligus. Sementara itu, satu orang yang membagikan resep singkat di dapur bisa tampil efektif dalam video vertikal. Tidak ada format yang unggul untuk semua situasi; kebutuhan gambar dan perangkat penontonlah yang menentukan.

Bila ingin menyiapkan materi untuk Instagram video 90 menit, pembuat konten sebaiknya menyimpan rekaman asli dengan komposisi yang fleksibel. Letakkan wajah dan objek penting cukup aman dari tepi bingkai agar cuplikan vertikal masih dapat dibuat tanpa memotong informasi utama.

Perhatikan pula teks di layar. Judul yang mudah dibaca pada monitor besar belum tentu terbaca ketika diperkecil ke ponsel. Saat menyiapkan klip Reels dari video horizontal, periksa ulang ukuran tulisan, posisi subtitel, dan titik perhatian. Persiapan kecil ini membantu satu produksi cocok untuk dua cara menonton.

Perbedaan 3: Tujuan Konten Panjang dan Konten Cepat

Features sedang diarahkan pada pengalaman menonton yang lebih dalam. Laporan pengumuman menyebut podcast, wawancara, acara komedi, dan vlog sebagai contoh jenis konten yang dapat memanfaatkan ruang panjang tersebut. Artinya, Instagram video 90 menit bukan sekadar tempat menaruh rekaman panjang tanpa rencana.

Reels sangat berguna ketika kreator ingin menyampaikan satu gagasan yang segera dipahami. Sebuah penjelasan tentang tiga kesalahan kamera, misalnya, dapat dibuat menjadi video pendek yang fokus. Untuk pembahasan menyeluruh mengenai cara memilih kamera, konten panjang mungkin memberi ruang untuk percobaan dan perbandingan.

Perbedaan tujuan ini juga memengaruhi cara penulisan naskah. Video singkat sering membutuhkan pembuka yang kuat dalam hitungan detik. Konten panjang tetap perlu pembuka yang menarik, tetapi juga memerlukan alur, transisi, daftar topik, dan penanda bagian supaya penonton mudah mengikuti pembahasannya.

Kalau saya mengelola akun edukasi, saya akan memakai Reels untuk menjawab satu pertanyaan spesifik, kemudian mengarahkan peminat ke pembahasan yang lebih lengkap ketika format tersebut sudah tersedia. Dengan pola itu, Instagram video 90 menit dapat melengkapi Reels alih-alih menggantikannya.

Ada juga sisi pengalaman pengguna. Tidak semua orang ingin menonton konten panjang ketika membuka Instagram di sela perjalanan atau istirahat. Pilihan durasi seharusnya mengikuti keadaan penonton. Video berdurasi panjang lebih cocok ketika mereka memang berniat meluangkan waktu.

Perbedaan 4: Penemuan Video melalui Reels dan Clips as Reels

Salah satu bagian paling menarik dari rencana Instagram video 90 menit adalah jembatan antara konten pendek dan panjang. Instagram menguji Clips as Reels, yaitu cara membuat klip pendek dari materi panjang yang kemudian mengarahkan penonton menuju video lengkap. Inilah hubungan yang perlu dipahami, bukan anggapan bahwa Reels lama akan hilang.

Bayangkan sebuah episode podcast yang membahas lima topik. Kreator dapat memilih kutipan menarik untuk klip pendek. Pengguna yang melihat kutipan itu melalui pengalaman Reels dapat tertarik mengetahui konteks penuh dan melanjutkan ke episode panjang. Skema ini masih bergantung pada kelanjutan uji coba dan bentuk fitur akhirnya.

Reels sudah memiliki kebiasaan penemuan konten tersendiri: pengguna menggulir, menemukan kreator baru, menyukai, dan berbagi video. Konten panjang biasanya membutuhkan alasan yang lebih kuat untuk mengajak seseorang bertahan. Karena itu, kualitas cuplikan, judul episode, dan kecocokan topik menjadi penting.

Saya melihat Instagram video 90 menit sebagai peluang membuat alur dua tahap. Tahap pertama menarik perhatian dengan informasi ringkas yang berdiri sendiri; tahap kedua memberi pembahasan mendalam bagi orang yang memang ingin tahu lebih banyak. Pendekatan ini lebih ramah pembaca daripada membuat klip yang menahan semua informasi penting hanya demi klik.

Namun, jangan mengira setiap kreator Indonesia saat ini sudah dapat mengaktifkan Clips as Reels untuk Features. Keduanya disebut dalam pengujian yang terbatas. Tutorial dengan tombol-tombol pasti akan cepat menyesatkan jika antarmuka belum hadir di akun pembaca.

Perbedaan 5: Ketersediaan Features Masih Terbatas, Reels Sudah Umum

AspekFeaturesReels
DurasiHingga 90 menit pada uji cobaFormat pendek; batas teknis dapat berubah
TampilanHorizontal / landscapeUmumnya vertikal / portrait
TujuanEpisode lengkap, podcast, wawancaraCuplikan cepat, hiburan, informasi singkat
PenemuanDiintegrasikan dengan klip melalui Clips as Reels yang diujiPengalaman penemuan Reels yang sudah umum
AksesPengujian terbatas di Brasil dan ASTersedia luas di Indonesia

Perbedaan kelima justru menjadi jawaban yang paling banyak dicari: siapa yang bisa memakai Instagram video 90 menit sekarang? Berdasarkan pemberitaan per 28 Oktober 2026, Features diuji bersama kreator terpilih di Brasil dan Amerika Serikat. Belum ada pengumuman tanggal rilis umum untuk pengguna Indonesia.

Reels sudah tersedia secara luas sebagai bagian dari pengalaman Instagram di Indonesia. Pengguna dapat melihat Reels tanpa harus menjadi peserta pengujian Features. Jadi, apabila menu video panjang tidak muncul pada akun, hal itu belum tentu disebabkan aplikasi rusak atau pengaturan yang salah.

Tidak ada dasar yang cukup untuk mengatakan pembaruan aplikasi, mengganti wilayah, atau mengubah akun menjadi profesional akan otomatis membuka fitur percobaan. Hindari panduan yang menyuruh mengunduh aplikasi tidak resmi hanya untuk mengejar akses lebih cepat. Risiko privasi dan keamanan akun jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Jika tertarik menggunakan Instagram video 90 menit, langkah masuk akal saat ini adalah memantau kanal resmi Instagram dan informasi produk Meta. Periksa apakah pengujian diumumkan untuk wilayah dan jenis akun yang sesuai. Saat pengumuman baru muncul, pastikan informasinya benar-benar mengenai Features, bukan fitur video lain.

Saya juga menyarankan kreator tetap memakai format yang tersedia untuk mempelajari respons audiens. Tidak perlu menghentikan produksi sambil menunggu pengujian diluncurkan lebih luas. Konten yang disiapkan sekarang dapat menjadi bahan klip, riset, atau episode lengkap pada masa mendatang.

Tabel Ringkas Instagram Video 90 Menit vs Reels

Dengan kelima aspek tersebut, Instagram video 90 menit dan Reels sebaiknya dilihat sebagai dua pengalaman yang saling melengkapi. Tabel berikut membantu memilih format berdasarkan pekerjaan yang ingin dilakukan, bukan berdasarkan dugaan mana yang akan lebih disukai algoritme.

Untuk acara berdurasi panjang, Features membuka kemungkinan menyimpan pembahasan utuh di dalam Instagram. Untuk satu tip, reaksi cepat, atau adegan menarik, Reels biasanya lebih praktis. Keduanya bisa hadir dalam satu strategi kreator, tetapi akses ke Features masih menjadi syarat penting.

Status pengujian berarti ketentuan teknis bisa berubah. Saya sengaja tidak mencantumkan ukuran file unggahan, rincian pendapatan, atau janji jangkauan karena detail tersebut belum cukup dipastikan. Membuat rencana produksi berdasarkan informasi yang terbukti akan jauh lebih aman.

Apakah Instagram Video 90 Menit Akan Menggantikan Reels?

Jawaban singkatnya tidak ada pengumuman bahwa Features akan menggantikan Reels. Pimpinan Instagram Adam Mosseri dan eksekutif produk Tessa Lyons menjelaskan arah dua format yang saling mendukung. Reels tetap menjadi bagian penting, sedangkan konten panjang diharapkan melayani kebutuhan penonton yang ingin mendalami sebuah cerita.

Langkah ini juga menjelaskan mengapa banyak laporan membandingkan Instagram video 90 menit dengan YouTube. Keduanya berpotensi bersaing dalam waktu menonton untuk podcast, wawancara, atau program video. Tetapi persaingan tidak otomatis membuat cara pembayaran kreator, pencarian video, dan pengalaman menonton kedua layanan menjadi sama.

Satu perbedaan penting ada pada monetisasi. Belum ada sistem pembayaran khusus Features yang dapat dijanjikan kepada pembaca. Kreator sebaiknya tidak membuat perkiraan penghasilan hanya dari angka durasi. Peluang komersial bisa berkembang, tetapi memerlukan kebijakan resmi yang jelas.

Pengalaman IGTV juga menjadi latar yang relevan. Instagram pernah mencoba menonjolkan video panjang melalui produk tersebut sebelum menghentikannya. Dengan Instagram video 90 menit, pendekatan yang diuji sekarang lebih menekankan hubungan dengan pengalaman Reels yang sudah dikenal pengguna.

Jadi, saya tidak melihat perlunya memilih salah satu secara mutlak. Kreator yang berfokus pada tips cepat mungkin tetap mengutamakan Reels. Kreator yang membuat pembicaraan panjang mungkin memperoleh pilihan baru bila Features resmi diperluas.

Apa Dampaknya untuk Kreator dan Pengguna Indonesia?

Bagi kreator Indonesia, kabar Instagram video 90 menit membuka kemungkinan distribusi konten yang lebih fleksibel. Satu sesi wawancara dapat menghasilkan materi panjang dan beberapa potongan singkat. Ini masih merupakan peluang ke depan, bukan kemampuan yang sudah dapat diakses secara universal pada hari ini.

Bagi penonton, hadirnya format panjang bisa mengurangi kebutuhan berpindah aplikasi untuk melanjutkan suatu video. Namun, manfaat nyata akan bergantung pada kemudahan mencari video, kenyamanan pemutaran, kualitas subtitle, dan apakah kreator yang mereka ikuti ikut memperoleh akses.

instagram-video-90-menit-vs-reels-featured

Secara produksi, satu sesi rekaman dengan audio yang baik bisa jauh lebih berharga daripada menambah durasi tanpa arah. Kreator perlu memastikan informasi mudah dipahami, tidak memakai musik tanpa izin, serta meminta persetujuan narasumber saat merekam percakapan yang akan ditayangkan.

Untuk brand dan pemasar, peluang konten panjang tidak boleh diterjemahkan sebagai kepastian jangkauan lebih tinggi. Konten yang menyelesaikan pertanyaan pelanggan dan sesuai kebiasaan audiens tetap lebih penting. Instagram video 90 menit perlu diuji berdasarkan hasil nyata setelah fitur tersedia, bukan promosi yang belum terbukti.

Saya menyarankan menyiapkan daftar topik yang memang layak dibahas selama 20 hingga 60 menit, kemudian membuat ringkasan pendek dari materinya. Percobaan sederhana ini membantu mengukur apakah penonton ingin kelanjutan cerita, meski pengunggahan Features sendiri belum terbuka.

Pertanyaan Umum tentang Instagram Video 90 Menit

Apakah Instagram video 90 menit sudah tersedia di Indonesia? Hingga pemeriksaan 28 Oktober 2026, saya belum menemukan pengumuman resmi peluncuran untuk semua pengguna di Indonesia. Uji coba yang dilaporkan berfokus pada kelompok kreator tertentu di Brasil dan Amerika Serikat.

Apakah Reels sekarang bisa sepanjang 90 menit? Tidak demikian kesimpulan dari pengumuman. Features adalah format yang sedang diuji untuk video horizontal hingga 90 menit. Reels tetap berorientasi pada pengalaman video pendek, meskipun batas unggah Reels dapat berubah sesuai kebijakan produk.

Bagaimana cara mengunggah Instagram video 90 menit? Belum ada panduan yang dapat dipastikan berlaku untuk semua akun. Jika belum terpilih dalam uji, pengguna sebaiknya menunggu petunjuk resmi daripada mengikuti trik yang meminta data login atau aplikasi pihak ketiga.

Apakah video Features dapat ditemukan melalui Reels? Instagram menguji Clips as Reels untuk menghubungkan potongan video pendek ke tayangan lengkap. Mekanisme dan tampilan akhirnya dapat berubah selama proses pengujian.

Apakah fitur ini akan menghasilkan uang seperti YouTube? Tidak ada janji resmi yang cukup untuk menyimpulkan pendapatan Features akan mengikuti model YouTube. Sistem monetisasi, jika diperkenalkan atau diubah, perlu diperiksa melalui sumber resmi.

Apakah video panjang lebih bagus daripada Reels? Keduanya melayani kebutuhan berbeda. Jika ingin membagikan satu ide singkat, Reels sering lebih tepat. Bila informasi memerlukan konteks mendalam, Instagram video 90 menit berpotensi berguna ketika sudah tersedia.

Lima Perbedaan yang Paling Penting

Instagram video 90 menit adalah kabar menarik karena mengindikasikan Instagram ingin memberi lebih banyak ruang untuk tayangan mendalam. Namun, ada batas yang harus selalu diingat: Features masih berada dalam pengujian terbatas pada akhir Oktober 2026 dan belum dapat diasumsikan tersedia bagi seluruh pengguna Indonesia.

Lima perbedaan utamanya jelas. Features mendukung durasi lebih panjang, menitikberatkan tampilan horizontal, cocok untuk episode lengkap, dihubungkan ke cuplikan Reels melalui mekanisme uji Clips as Reels, dan aksesnya masih terbatas. Reels tetap lebih mudah ditemukan dan dipakai sebagai format video singkat yang sudah dikenal.

Jika saya harus memberi satu saran, jangan menyusun strategi hanya berdasarkan kata “90 menit”. Mulailah dari pertanyaan audiens dan pilih bentuk cerita yang paling membantu. Dengan cara itu, Instagram video 90 menit dapat menjadi tambahan yang berguna ketika fiturnya benar-benar tersedia, bukan sekadar tren yang dikejar.

Untuk perkembangan teknologi dan media sosial lainnya, pembaca dapat mengikuti HALUONE. Saya akan memisahkan kabar pengujian dari pengumuman ketersediaan resmi agar keputusan pembaca tetap berdasarkan informasi yang dapat diperiksa.

— HALUONE

Sumber dan tanggal verifikasi

Diperiksa 28 Oktober 2026: TechCrunch, Katadata, detikInet, Medcom. Informasi pengujian dapat berubah.

Leave a Comment