AI GoTo Rilis AI Lokal 27 Miliar Parameter, Bisa 6 Bahasa!

AI GoTo menjadi salah satu perkembangan menarik dalam industri kecerdasan buatan Indonesia. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi memperkenalkan model Large Language Model (LLM) lokal dengan 27 miliar parameter yang dirancang untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah.

Peluncuran tersebut berlangsung dalam acara Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, pada 19 Oktober 2026. Kehadiran teknologi ini menandai langkah GoTo dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Menariknya, AI GoTo mendukung enam bahasa, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak Toba. Model ini juga menyediakan bobot yang dapat diakses publik tanpa biaya pengunduhan.

Namun, ada satu hal yang perlu diketahui. Untuk menjalankan model dengan presisi FP16 atau BF16, pengguna diperkirakan membutuhkan memori GPU atau VRAM sekitar 54–60 GB.

Lantas, apa sebenarnya AI GoTo? Apa keunggulannya dibandingkan model AI global? Apakah teknologi ini bisa digunakan secara gratis di laptop biasa?

Dalam artikel ini, HALUONE akan membahas spesifikasi, kemampuan, kebutuhan perangkat keras, hingga potensi pemanfaatan AI GoTo bagi masyarakat Indonesia.

Apa Itu AI GoTo dan Mengapa Dikembangkan?

AI GoTo merupakan model kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM) yang dikembangkan untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia, terutama bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia.

Model terbaru ini memiliki 27 miliar parameter, yaitu komponen numerik yang dipelajari selama proses pelatihan dan digunakan untuk memproses informasi serta menghasilkan respons.

Secara sederhana, parameter merupakan bagian dari mekanisme yang membantu AI mengenali pola bahasa, memahami konteks pertanyaan, dan menyusun jawaban.

Namun, jumlah parameter yang besar tidak otomatis menjamin model lebih pintar atau lebih akurat. Kualitas data pelatihan, metode pengembangan, dan evaluasi tetap memegang peranan penting.

Pengembangan AI GoTo juga bukan dimulai dari nol pada 2026. Inisiatif pengembangan model AI terbuka perusahaan telah berlangsung sejak 2024.

Salah satu tujuan utamanya adalah menghadirkan teknologi yang lebih memahami karakteristik komunikasi masyarakat Indonesia.

GoTo turut melibatkan mahasiswa dari tujuh universitas dalam pengumpulan data, pengujian, dan pengembangan teknologi bahasa. Universitas Sumatera Utara, misalnya, berkontribusi dalam pengumpulan data bahasa Batak.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi digital sendiri.

AI GoTo Mendukung 6 Bahasa, Termasuk Bahasa Daerah

Salah satu keunggulan yang paling menonjol dari AI GoTo adalah fokusnya pada kemampuan multibahasa.

Berbeda dengan model yang terutama dioptimalkan untuk bahasa internasional, AI GoTo memberikan perhatian khusus terhadap bahasa lokal Indonesia.

Berikut enam bahasa yang menjadi fokus pengembangannya:

  1. Bahasa Indonesia: Bahasa nasional yang digunakan dalam komunikasi, pendidikan, bisnis, dan layanan publik.
  2. Bahasa Inggris: Mendukung kebutuhan komunikasi dan pengolahan informasi internasional.
  3. Bahasa Jawa: Salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur besar di Indonesia.
  4. Bahasa Sunda: Bahasa yang banyak digunakan masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya.
  5. Bahasa Bali: Mendukung pemrosesan bahasa yang berkaitan dengan komunikasi dan budaya masyarakat Bali.
  6. Bahasa Batak Toba: Bahasa daerah yang pengembangan datanya melibatkan kontribusi akademisi Indonesia.

Kemampuan ini membuka peluang bagi pengembangan layanan digital yang lebih inklusif.

Sebagai contoh, chatbot bisnis berpotensi dikembangkan agar dapat merespons pelanggan menggunakan bahasa daerah yang mereka pahami.

AI-GoTo-rilis

Mengapa Kemampuan Bahasa Daerah Penting?

Bahasa bukan sekadar kumpulan kata. Di dalamnya terdapat konteks budaya, kebiasaan komunikasi, serta ungkapan yang sering kali sulit diterjemahkan secara langsung.

Model AI yang dilatih menggunakan data bahasa lokal berpotensi lebih memahami karakteristik tersebut.

Meski demikian, dukungan enam bahasa tidak berarti tingkat akurasi AI GoTo selalu sama pada seluruh bahasa dan dialek.

Kemampuannya tetap perlu diuji menggunakan percakapan nyata dan evaluasi bahasa yang relevan.

Spesifikasi AI GoTo 27 Miliar Parameter

Dari sisi teknologi, AI GoTo dikembangkan menggunakan fondasi Gemma 3, keluarga model kecerdasan buatan yang dapat diadaptasi untuk berbagai kebutuhan.

Berikut spesifikasi utama berdasarkan informasi yang tersedia dalam dokumentasi model dan pemberitaan terkait.

SpesifikasiKeterangan
PengembangGoTo
Model dasarGemma 3
Jumlah parameter27 miliar
Bahasa utama6 bahasa
Kapasitas konteksHingga 128.000 token
VRAM FP16/BF16Sekitar 54–60 GB
DistribusiBobot model tersedia publik
LisensiGemma

Salah satu fitur menariknya adalah kapasitas konteks hingga 128.000 token.

Token merupakan satuan teks yang diproses model AI. Jumlah token tidak selalu sama dengan jumlah kata karena sebuah kata dapat terdiri atas beberapa token.

Dengan kapasitas konteks yang besar, AI GoTo berpotensi digunakan untuk menganalisis dokumen panjang, merangkum informasi, dan menangani percakapan dengan konteks yang lebih luas.

Meski begitu, kemampuan menerima dokumen panjang tidak otomatis menjamin seluruh informasi di dalamnya dipahami secara sempurna.

Pengguna tetap perlu memeriksa hasil yang diberikan model.

Mengapa AI GoTo Membutuhkan VRAM hingga 60 GB?

Kebutuhan perangkat keras menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami sebelum mencoba AI GoTo.

Model dengan 27 miliar parameter memerlukan ruang memori besar untuk menyimpan bobot dan menjalankan proses komputasi.

Pada konfigurasi FP16 atau BF16, bobot model saja membutuhkan sekitar 54 GB memori. Ketika memperhitungkan kebutuhan tambahan saat menjalankan model, estimasi VRAM dapat mencapai sekitar 54–60 GB atau lebih, tergantung konfigurasi.

Artinya, AI GoTo tidak dapat langsung dijalankan menggunakan sembarang kartu grafis.

Dokumentasi model mencantumkan beberapa contoh konfigurasi GPU untuk penggunaan presisi tersebut:

GPUKonfigurasi
NVIDIA A100 80 GB1 unit
NVIDIA L40S2 unit
NVIDIA RTX 40903 unit

Konfigurasi tersebut merupakan rekomendasi teknis, bukan persyaratan mutlak untuk semua metode penggunaan.

Apakah AI GoTo Bisa Dijalankan di Laptop Biasa?

Jawabannya bergantung pada spesifikasi laptop dan metode menjalankan model.

Laptop dengan GPU berkapasitas VRAM 8 GB atau 12 GB tidak dapat langsung memuat keseluruhan model dalam format FP16/BF16 menggunakan memori GPU tersebut saja.

Namun, terdapat teknik bernama kuantisasi yang dapat mengurangi kebutuhan memori dengan menyimpan bobot model pada presisi lebih rendah.

Sebagai gambaran, bobot 27 miliar parameter pada format 4-bit secara teoritis membutuhkan sekitar 13,5 GB sebelum memperhitungkan metadata, cache, dan kebutuhan operasional lainnya.

Kuantisasi juga dapat memengaruhi kualitas hasil dan performa model.

Sebagian konfigurasi memungkinkan pemrosesan menggunakan kombinasi RAM dan GPU, tetapi kecepatannya dapat jauh lebih rendah.

Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan metode implementasi dengan kemampuan perangkat.

Apakah AI GoTo Gratis Digunakan?

Salah satu pertanyaan penting adalah apakah AI GoTo benar-benar tersedia secara gratis.

Berdasarkan informasi peluncurannya, bobot model AI GoTo dapat diakses dan diunduh tanpa biaya.

Artinya, pengembang, peneliti, dan organisasi dapat memperoleh model untuk dipelajari atau diadaptasi sesuai ketentuan lisensinya.

Namun, gratis mengunduh model tidak sama dengan gratis menjalankannya.

Pengguna tetap perlu mempertimbangkan beberapa kebutuhan, seperti biaya GPU, server, listrik, penyimpanan, serta pemeliharaan sistem.

Jika menggunakan layanan komputasi cloud, biaya operasional dapat meningkat mengikuti spesifikasi server dan durasi penggunaan.

Selain itu, AI GoTo menggunakan ketentuan lisensi Gemma. Pengguna yang ingin mengintegrasikannya ke dalam produk komersial perlu memeriksa aturan penggunaan dan distribusinya.

Ketersediaan bobot secara publik juga tidak otomatis berarti seluruh komponen teknologi tersedia dengan lisensi open-source tanpa batasan.

Cara Mengakses dan Menggunakan AI GoTo

Bagi developer atau peneliti yang tertarik mencoba model ini, GoTo menyediakan repositori model melalui platform Hugging Face.

Repositori tersebut dapat diakses melalui tautan berikut:

https://huggingface.co/GoToCompany/gemma3-27b-cpt-gotoai-v3-instruct

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah membuka halaman repositori, membaca dokumentasi model, memeriksa lisensi, dan memahami kebutuhan perangkat keras.

Setelah itu, pengguna dapat menyiapkan lingkungan komputasi serta perangkat lunak yang kompatibel dengan model.

Penting dipahami bahwa mengunduh model AI berbeda dengan menggunakan aplikasi chatbot siap pakai.

Model yang tersedia melalui Hugging Face umumnya memerlukan proses konfigurasi sebelum dapat digunakan dalam aplikasi atau layanan tertentu.

Pengguna tanpa pengalaman teknis sebaiknya mempelajari dokumentasi terlebih dahulu sebelum mengalokasikan biaya perangkat keras.

Manfaat AI GoTo bagi UMKM dan Masyarakat Indonesia

Kehadiran AI GoTo tidak hanya menarik bagi pengembang teknologi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan di berbagai sektor.

Salah satunya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

1. Chatbot Layanan Pelanggan

UMKM berpotensi menggunakan model AI lokal untuk mengembangkan chatbot yang menjawab pertanyaan pelanggan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Sebagai contoh, pelaku usaha dapat membangun asisten digital untuk menjelaskan produk, memberikan informasi pemesanan, dan membantu komunikasi pelanggan.

2. Pendidikan dan Pembelajaran

AI GoTo berpotensi mendukung pengembangan asisten pembelajaran, peringkasan materi, serta pengolahan konten pendidikan berbahasa lokal.

Penggunaan tersebut tetap membutuhkan pengawasan untuk memastikan ketepatan informasi.

3. Pelayanan Publik

Instansi publik dapat mengeksplorasi penggunaan AI untuk membantu masyarakat menemukan informasi layanan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami.

4. Media dan Industri Konten

Model AI lokal juga berpotensi membantu proses peringkasan dokumen, klasifikasi informasi, dan pengolahan teks berbahasa Indonesia.

5. Pelestarian Bahasa Daerah

Pengembangan teknologi bahasa dapat membantu penelitian, dokumentasi, serta upaya pelestarian bahasa daerah melalui pemrosesan teks digital.

Seluruh contoh tersebut merupakan potensi implementasi, bukan daftar layanan komersial AI GoTo yang sudah dipastikan tersedia.

Penerapan nyata tetap membutuhkan evaluasi akurasi, keamanan data, dan biaya operasional.

Kelebihan dan Keterbatasan AI GoTo Dibandingkan AI Global

AI GoTo menawarkan pendekatan yang menarik karena pengembangannya berfokus pada kebutuhan bahasa dan budaya Indonesia.

Keunggulan potensialnya terletak pada pemahaman konteks lokal, ketersediaan bobot model, serta kesempatan bagi pengembang untuk melakukan adaptasi.

Namun, terdapat sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan.

Pertama, kebutuhan perangkat keras relatif tinggi untuk menjalankan model dalam presisi penuh.

Kedua, seperti model bahasa lainnya, AI GoTo masih berpotensi menghasilkan jawaban yang tidak akurat atau dikenal sebagai hallucination.

Ketiga, kemampuan bahasa daerah tetap membutuhkan evaluasi berdasarkan data pengujian yang representatif.

Dokumentasi model mencantumkan evaluasi menggunakan benchmark seperti IndoMMLU dan SEA-HELM.

Apakah AI GoTo Lebih Baik daripada ChatGPT?

Belum ada dasar yang cukup dari informasi peluncuran untuk menyimpulkan bahwa AI GoTo secara keseluruhan lebih unggul daripada ChatGPT.

Keduanya memiliki karakteristik pengembangan dan pendekatan penggunaan yang berbeda.

AI GoTo menonjolkan fokus pada bahasa lokal serta ketersediaan bobot model, sedangkan perbandingan kemampuan menjawab pertanyaan, penalaran, dan akurasi membutuhkan pengujian langsung menggunakan metode yang setara.

Dengan demikian, pemilihan model AI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

AI-GoTo

FAQ Seputar AI GoTo

Apa itu AI GoTo?

AI GoTo adalah model bahasa besar dengan 27 miliar parameter yang dikembangkan GoTo untuk mendukung pemrosesan bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah.

Apakah AI GoTo buatan Indonesia?

AI GoTo dikembangkan oleh GoTo dengan fokus pada kebutuhan bahasa Indonesia dan konteks lokal, menggunakan fondasi teknologi Gemma 3.

Apa saja enam bahasa yang didukung AI GoTo?

Bahasa Indonesia, Inggris, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak Toba.

Apakah AI GoTo gratis?

Bobot model tersedia untuk diunduh tanpa biaya, tetapi pengoperasiannya tetap membutuhkan perangkat keras dan sumber daya komputasi.

Apakah AI GoTo bisa digunakan di laptop biasa?

Tidak secara langsung dalam konfigurasi FP16/BF16 penuh pada laptop dengan VRAM terbatas. Kuantisasi dan metode lain dapat mengurangi kebutuhan memori, tetapi memerlukan konfigurasi tambahan.

AI GoTo Menjadi Langkah Penting bagi Teknologi Indonesia

Peluncuran AI GoTo dengan 27 miliar parameter menunjukkan perkembangan ekosistem kecerdasan buatan Indonesia, terutama dalam menghadirkan teknologi yang memperhatikan bahasa dan budaya lokal.

Dukungan enam bahasa, fondasi Gemma 3, serta akses bobot model secara publik membuka peluang bagi pengembang, akademisi, dan pelaku usaha untuk mengeksplorasi berbagai penerapan.

Meski demikian, kebutuhan VRAM yang besar, biaya operasional, ketentuan lisensi, dan risiko kesalahan jawaban tetap harus diperhatikan.

Bagi HALUONE, nilai penting AI GoTo bukan hanya terletak pada ukuran modelnya, tetapi juga pada peluang menghadirkan teknologi kecerdasan buatan yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.

Terima kasih telah membaca pembahasan teknologi bersama HALUONE. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda mengenai perkembangan AI lokal Indonesia.

Salam teknologi,

HALUONE

Leave a Comment