Robot Humanoid Meta Max: Spesifikasi, Teknologi AI, dan Fakta Pengembangannya

Robot humanoid Meta Max adalah prototipe penelitian yang, menurut laporan terbaru, dikembangkan Meta bersama Fourier dari China. Perangkat ini disebut memakai chip NVIDIA Jetson Thor, tangan lima jari, serta wajah yang dapat menampilkan ekspresi. Namun, yang paling perlu diketahui sejak awal: Max belum menjadi produk konsumen yang dijual.

Dalam artikel ini saya membahas fakta yang sudah dilaporkan, penjelasan teknologi yang mendasarinya, dan pertanyaan yang masih terbuka. Dengan begitu kabar robot humanoid Meta Max tidak tercampur dengan janji robot asisten rumah yang seolah sudah siap dipakai sehari-hari.

Sumber utamanya adalah laporan The Information tertanggal 31 Oktober 2026. Reuters ikut memberitakan tetapi menyatakan belum memverifikasi laporan itu secara independen. Pembaca Indonesia juga dapat memeriksa liputan ANTARA.

Apa Itu Robot Humanoid Meta Max dan Bagaimana Statusnya?

Istilah robot humanoid Meta Max merujuk pada mesin berbentuk manusia yang menurut laporan The Information dikembangkan oleh Meta Platforms bersama perusahaan robotika asal China, Fourier. Nama Max disebut sebagai sebutan internal untuk prototipe. Artinya, kita sedang membicarakan proyek penelitian, bukan sebuah produk konsumen dengan daftar harga dan halaman pemesanan.

Kabar itu muncul pada 31 Oktober 2026 dan kemudian dibahas oleh Reuters serta sejumlah media teknologi. Dalam laporan tersebut, Meta mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan Fourier ditujukan untuk riset dan eksperimen internal, sekaligus menyatakan tidak berencana menjual unit-unit prototipe itu. Reuters menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memverifikasi keseluruhan laporan secara independen.

Saya menekankan bagian ini karena robot humanoid Meta Max mudah terlihat seperti calon asisten rumah yang sudah siap dibeli. Padahal, tujuan jangka panjang dan kemampuan hari ini adalah dua hal berbeda. Sebuah prototipe bisa digunakan untuk menguji komponen, gerakan, atau komunikasi, sementara keamanan dan daya tahannya masih memerlukan pengujian panjang.

Ketika membaca spesifikasi robot humanoid Meta Max, ada tiga tingkat kepastian yang sebaiknya dipisahkan. Pertama, fakta mengenai organisasi dan produk resmi yang bisa diperiksa dari situs perusahaan. Kedua, rincian yang berasal dari narasumber dalam laporan jurnalistik. Ketiga, harapan tentang pekerjaan yang kelak mungkin dilakukan robot di rumah. Artikel ini menjaga ketiga tingkat tersebut agar pembaca tidak mendapat kesan yang berlebihan.

Untuk konteks Indonesia, kabar ini menarik bukan karena robotnya sudah masuk pasar lokal, melainkan karena memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi besar mulai menggabungkan perangkat keras, sistem AI, dan interaksi manusia. Bagian berikut menjelaskan jalur pengembangannya sebelum melihat komponen satu per satu.

robot-humanoid-meta-max-inline-2

Kronologi Proyek Max: Dari Perakitan sampai Demo Internal

Menurut The Information, Meta dan Fourier merakit prototipe awal dalam waktu sekitar tiga bulan. Itu adalah durasi pekerjaan versi pertama yang dilaporkan, bukan bukti bahwa pembuatan robot siap pakai di pabrik hanya membutuhkan waktu yang sama. Perakitan cepat dapat terbantu oleh pengalaman mitra dan rancangan perangkat yang telah ada.

Kronologi robot humanoid Meta Max juga mencakup kunjungan tim robotika Meta ke Shanghai, tempat Fourier beroperasi. Li-Chen Miller, yang disebut sebagai wakil presiden produk robotika Meta, dilaporkan bekerja di fasilitas mitra hampir dua bulan. Kolaborasi ini menggambarkan pentingnya uji langsung antara orang yang merancang kemampuan perangkat lunak dan tim yang menyusun tubuh mekanis.

Pada akhir Agustus 2026, prototipe Max disebut didemonstrasikan kepada sebagian pegawai dalam sebuah pertemuan robotika internal. Karena bukan peluncuran terbuka, publik tidak bisa menilai demo tersebut dengan standar pengujian konsumen, misalnya keandalan dalam ruangan yang tidak disiapkan atau respons terhadap perintah yang berubah-ubah.

Pada September 2026, menurut sumber yang sama, pekerjaan atas Max 2 dimulai. Jadi, ketika berita robot humanoid Meta Max muncul pada akhir Oktober, proyek ini dilaporkan sudah memasuki percobaan generasi kedua. Perpindahan ke rancangan berikutnya lazim dalam riset: tim belajar dari keterbatasan awal, kemudian memperbaiki bagian tertentu.

Urutan waktu itu tidak boleh ditafsirkan sebagai kalender penjualan. Tidak ada tanggal produk retail yang diumumkan, dan tidak ada kepastian apakah nama Max akan digunakan jika Meta suatu hari menghadirkan robot bagi konsumen. Untuk sementara, penanda waktu yang tersedia berbicara tentang kegiatan internal, bukan janji kepada calon pembeli.

Peran Meta dan Fourier dalam Pengembangan Robot

Kerja sama ini mempertemukan dua jenis pengalaman. Meta dikenal luas melalui aplikasi digital dan penelitian AI, sedangkan Fourier memiliki produk robotika fisik serta pengalaman membangun sistem gerak dan perangkat mekanis. Dalam laporan, Fourier menyediakan landasan perangkat keras yang kemudian disesuaikan untuk kebutuhan penelitian Meta.

Robot humanoid Meta Max tidak seharusnya disebut sekadar Fourier GR-3 dengan logo baru. The Information menjelaskan adanya perubahan proporsi tubuh, desain kepala, kamera, layar, tangan, dan bagian lain pada prototipe. Beberapa gagasan perangkat keras dilaporkan memanfaatkan pengalaman dari berbagai generasi robot Fourier, tetapi konfigurasi akhirnya merupakan pengembangan tersendiri.

Mengapa kemitraan semacam ini masuk akal? Melatih sistem AI agar memahami ucapan merupakan masalah berbeda dari menjaga keseimbangan mesin berkaki dua atau mengatur tekanan jari saat mengangkat botol. Tim perangkat lunak perlu memahami batas aktuator dan sensor; tim mekanik perlu mengetahui informasi apa yang diperlukan model AI agar gerakan robot berguna.

Menurut laporan utama, robot humanoid Meta Max juga menjadi bagian dari upaya Meta memperluas kemampuan robotikanya. Namun, informasi tentang orang yang terlibat, fasilitas yang dipakai, dan kegiatan pengembangan berasal dari pelaporan media, bukan katalog publik yang merinci setiap tahap proyek. Karena itu saya menggunakan istilah “dilaporkan” saat menyebut detail tersebut.

Bagi pembaca, nama Fourier perlu dipahami sebagai mitra pengembangan, bukan sebagai bukti bahwa semua fitur yang tercantum di katalog Fourier otomatis ada di Max. Begitu pula, keberadaan riset AI Meta tidak membuktikan setiap model perusahaan sudah dipasang pada robot ini. Hubungan antarperusahaan nyata dalam laporan, tetapi penerapan teknis tetap memerlukan bukti khusus.

Spesifikasi Robot Humanoid Meta Max yang Dilaporkan

Gambaran fisik robot humanoid Meta Max yang beredar berasal terutama dari The Information. Tingginya disebut sekitar 1,5 meter dengan berat kurang lebih 106 pon, atau sekitar 48 kilogram. Ukuran itu cukup membantu pembaca membayangkan perangkat, tetapi jangan diperlakukan sebagai sertifikasi dimensi dari lembar data resmi perusahaan.

Informasi lain menyebut penggunaan platform NVIDIA Jetson Thor untuk komputasi. Pada bagian tubuhnya, Max dilaporkan memiliki dua pengeras suara di dada, wajah yang bisa menampilkan ekspresi, dan tangan lima jari yang dirancang untuk menjangkau benda berukuran kecil. Pengambilan objek sederhana tidak sama dengan kemampuan memasak, membersihkan seluruh rumah, atau menangani benda pecah belah dengan aman.

Berikut ringkasan spesifikasi robot humanoid Meta Max yang layak dicatat dengan penjelasan tingkat kepastiannya. Angka dan fitur ini adalah rincian yang dilaporkan media, bukan hasil pengukuran kami atau pengujian laboratorium independen.

Tangan yang memiliki lima jari bisa terlihat akrab bagi manusia, tetapi fungsi sesungguhnya bergantung pada motor, sensor gaya, perencanaan gerak, dan perangkat lunak. Demikian pula wajah yang menunjukkan ekspresi dapat membantu komunikasi, namun tidak berarti robot memahami perasaan manusia seperti manusia lain.

Saya sengaja tidak memasukkan kapasitas baterai, kecepatan berjalan, daya angkat, durasi pengoperasian, atau harga dalam tabel utama. Belum ditemukan dasar yang cukup untuk mengaitkan angka-angka tersebut dengan robot humanoid Meta Max. Mengisi kolom kosong dengan angka milik GR-3 atau robot merek lain justru akan menyesatkan.

KomponenRincian yang dilaporkanCatatan
TinggiSekitar 1,5 meterBukan pengukuran independen
BeratSekitar 48 kilogramSekitar 106 pon
KomputerNVIDIA Jetson ThorDilaporkan sebagai platform komputasi
AntarmukaWajah berekspresi, dua speakerFungsi yang dilaporkan
TanganLima jari, menangani benda kecilBukan bukti pekerjaan rumah menyeluruh
Pengenalan suaraTarget hingga sekitar 5 meterPersyaratan desain, bukan hasil uji
Pengenalan gesturTarget sekitar 3 meterPersyaratan desain, bukan hasil uji

Bagaimana Teknologi AI, Sensor, dan Jetson Thor Bekerja?

NVIDIA menjelaskan Jetson Thor sebagai platform komputasi yang ditujukan antara lain untuk robotika dan AI di perangkat atau edge AI. Dalam bahasa sederhana, komputer seperti ini membantu robot memproses informasi dekat sumbernya sehingga tidak semua keputusan perlu bergantung pada server internet. Namun, jenis chip saja tidak menentukan apakah sebuah robot mampu menyelesaikan tugas tertentu.

Untuk memahami robot humanoid Meta Max, bayangkan proses berlapis. Kamera atau sensor menangkap kondisi sekitar. Perangkat lunak menafsirkan apa yang terlihat atau terdengar. Sistem perencanaan memilih tindakan, lalu kendali motor menggerakkan tubuh dan tangan. Setelah bergerak, sensor mengirim umpan balik agar tindakan dapat dikoreksi. Ini adalah gambaran robotika umum, bukan diagram arsitektur Max yang sudah dipublikasikan.

Misalnya, tugas mengambil botol menuntut robot menemukan posisi botol, memperkirakan jarak, mengarahkan lengan, menutup jari dengan tenaga sesuai, lalu mempertahankan keseimbangan ketika beban berubah. Sebuah demonstrasi berhasil pada satu botol belum cukup membuktikan keandalan pada semua bentuk, berat, dan permukaan benda.

Dalam laporan robot humanoid Meta Max, perusahaan juga menetapkan target agar robot mengenali suara dari jarak lima meter dan gerakan tangan dari sekitar tiga meter. Angka tersebut disebut sebagai persyaratan desain. Belum ada laporan pengujian publik yang menunjukkan tingkat akurasi, kondisi kebisingan, pencahayaan, atau jumlah percobaan yang berhasil.

Itulah sebabnya istilah “berbasis AI” perlu dibaca dengan teliti. AI bisa dipakai untuk memahami perintah dan mengenali objek, sedangkan mekanika menentukan kemampuan fisik mengerjakannya. Jika salah satu bagian belum matang, pengalaman pengguna dapat tetap terbatas. Robot yang komunikatif belum tentu cekatan, dan robot yang cekatan belum tentu mampu memahami instruksi rumit.

Untuk konteks komputasinya, baca penjelasan resmi NVIDIA tentang Jetson Thor. Penjelasan tersebut memaparkan platform, bukan pengujian khusus atas Max.

Kemampuan yang Diketahui dan Batas Klaim Robot Max

Laporan awal menyebut tangan Max dapat mengambil benda kecil seperti botol ringan dan mainan. Informasi ini memberi gambaran kemampuan manipulasi dasar yang sedang dicoba. Akan tetapi, tidak ada dasar untuk menyimpulkan robot tersebut mampu merapikan satu kamar penuh, mencuci piring, menjaga anak, atau menjalankan seluruh tugas rumah secara mandiri.

Saat membahas robot humanoid Meta Max, penting untuk membedakan gerakan yang pernah diperlihatkan, fungsi yang diminta dalam rancangan, dan skenario penggunaan masa depan. Suara dari jauh serta gerakan tangan yang disebut sebelumnya adalah sasaran pengembangan. Sementara itu, visi membantu pekerjaan rumah merupakan arah riset, bukan daftar fitur yang tersedia untuk diunduh atau dibeli.

Robot di rumah menghadapi banyak kejutan. Pintu kadang tidak terbuka penuh, lantai bisa licin, mainan anak bertebaran, dan suara televisi mengganggu perintah. Manusia menyesuaikan diri dengan mudah, tetapi robot harus memiliki kombinasi sensor, perangkat lunak, serta aturan keselamatan yang cukup kuat untuk mengatasi situasi yang beragam.

Saya juga menyarankan agar pembaca menilai video demonstrasi dengan beberapa pertanyaan. Apakah adegannya disiapkan? Apakah ada operator yang membantu? Berapa kali percobaan gagal? Apakah robot diuji bersama manusia dan hewan peliharaan? Pertanyaan itu bukan tuduhan terhadap Meta, melainkan cara umum menilai perkembangan robotika secara hati-hati.

Karena tidak tersedia pengujian terbuka yang memadai, kemampuan robot humanoid Meta Max paling aman dijelaskan sebagai fungsi prototipe yang dilaporkan dan potensi yang sedang diteliti. Kejelasan ini justru membuat kabar teknologi lebih menarik: pembaca dapat melihat seberapa jauh jarak antara sebuah mesin yang tampak hidup dan asisten rumah yang sungguh dapat dipercaya.

Apa yang Berubah pada Prototipe Max 2?

Pengembangan generasi kedua menunjukkan bahwa rancangan pertama masih menjadi bahan pembelajaran. The Information melaporkan bahwa pekerjaan atas Max 2 dimulai pada September 2026, tidak lama setelah demonstrasi internal versi awal. Tidak ada pengumuman rilis publik yang menyertai kabar itu.

Dibanding robot humanoid Meta Max versi pertama, Max 2 disebut akan memperoleh bagian torso yang didesain ulang serta tangan dengan kemampuan memanipulasi benda yang lebih baik. Ada pula rencana menambahkan proyektor untuk menampilkan konten visual dan sensor tambahan guna membantu pergerakan di area bertangga.

Perubahan tersebut memberi petunjuk tentang masalah yang ingin dipecahkan. Tangan yang lebih halus berpotensi membantu ketika bentuk objek tidak seragam. Sensor tambahan mungkin memberi informasi ruang lebih lengkap, sedangkan torso yang direvisi dapat berkaitan dengan kebutuhan mekanis. Tetapi manfaat yang nyata tidak bisa dipastikan tanpa pengukuran atau demonstrasi yang dapat diperiksa.

Tangga merupakan contoh tantangan serius bagi mesin berkaki dua. Robot perlu memperkirakan tinggi anak tangga, memastikan pijakan, menyeimbangkan beban, serta menghindari orang lain. Keterangan “dirancang untuk membantu menaiki tangga” berbeda jauh dari klaim bahwa robot sudah aman berjalan naik turun tangga di semua rumah.

Jika nanti Meta mengungkap Max 2 secara terbuka, informasi paling berguna bukan hanya foto yang lebih menarik. Saya akan mencari laporan metode uji, tingkat keberhasilan, durasi operasi, prosedur keselamatan, dan contoh situasi yang belum bisa ditangani. Dengan begitu kemajuan robot humanoid Meta Max dapat dinilai berdasarkan kemampuan, bukan sekadar perubahan desain.

Hubungan Meta Muse dengan Riset Embodied AI

Muse merupakan agen AI personal yang diumumkan Meta pada September 2026. Dalam materi resminya, Muse digambarkan dapat membantu menyelesaikan tugas digital melalui aplikasi dan komputer virtual, dengan kontrol akses serta persetujuan pengguna. Kemampuan agen perangkat lunak tersebut tidak otomatis berlaku saat sistem diberi badan robot.

The Information melaporkan bahwa Meta memandang humanoid sebagai kemungkinan bentuk fisik bagi Muse. Konsep ini cocok dengan istilah embodied AI, yaitu AI yang belajar memahami dan bertindak di lingkungan fisik, bukan hanya menjawab lewat layar. Namun, belum tersedia bukti bahwa robot humanoid Meta Max sudah memiliki seluruh fitur Muse atau terhubung dengannya secara penuh.

Dari sudut pandang riset, memberi AI tubuh menambah tugas baru. Perintah “ambilkan gelas” mengharuskan sistem tahu benda yang dimaksud, mengetahui posisi orang, memilih jalur, memegang dengan aman, dan menyerahkan benda tanpa menumpahkan isinya. Setiap tahap berbeda dari menjadwalkan rapat atau mencari informasi di web.

Meta sebelumnya mempublikasikan penelitian PARTNR untuk menguji perencanaan dan koordinasi manusia dengan robot pada aktivitas rumah. Perusahaan juga mengembangkan Habitat 3.0 sebagai simulator lingkungan bersama manusia dan robot. Penelitian-penelitian tersebut relevan sebagai latar akademik, tetapi tidak membuktikan perangkat lunaknya menjadi bagian spesifik dari robot humanoid Meta Max.

Saya melihat hubungan Muse dan robotika sebagai arah strategis yang menarik: agen AI yang memahami tujuan pengguna suatu hari mungkin bekerja melalui perangkat fisik. Jalan ke sana tetap panjang. Robot harus aman ketika salah memahami perintah, menjaga kerahasiaan aktivitas rumah, dan menghentikan gerakan ketika terjadi kegagalan. Harapan seperti itu harus dibedakan dari kemampuan yang kini sudah diverifikasi.

Rujukan penelitian tambahan dapat diperiksa melalui pengumuman Muse, PARTNR, dan Habitat 3.0. Ketiganya membantu konteks AI, bukan lembar spesifikasi Max.

Perbedaan Meta Max, Fourier GR-3, dan Robot Humanoid Lain

Fourier memiliki robot GR-3 yang didokumentasikan di situs resminya sebagai care-bot, yaitu humanoid yang dirancang untuk interaksi dan pendampingan. Menurut dokumen Fourier, tinggi GR-3 sekitar 165 sentimeter dan beratnya sekitar 71 kilogram. Angka ini tidak boleh dipindahkan ke spesifikasi Max hanya karena kedua proyek terkait perusahaan yang sama.

Sebagai perbandingan, robot humanoid Meta Max dilaporkan setinggi sekitar 150 sentimeter dengan berat 48 kilogram. Bentuk kepala, layar, kamera, tangan, dan proporsi tubuh juga disebut mengalami penyesuaian dibanding platform yang digunakan sebagai landasan pengembangan. Dengan demikian, Max sebaiknya dipandang sebagai prototipe yang disesuaikan, bukan produk GR-3 yang sekadar diganti nama.

GR-3 menitikberatkan pengalaman interaksi sosial menurut dokumentasi produsennya. Sementara itu, kabar tentang Max menonjolkan percobaan AI untuk kemungkinan bantuan pekerjaan rumah di masa depan. Kedua uraian tersebut menggambarkan tujuan yang disebutkan, bukan hasil uji perbandingan yang memakai metode, ruangan, dan tugas identik.

Di luar kerja sama itu, perusahaan seperti Tesla, Figure AI, dan Agility Robotics juga mengejar penggunaan robot humanoid dalam konteks yang berbeda. Sebagian lebih menonjolkan kegiatan industri dan logistik, sementara yang lain menguji skenario penggunaan rumah. Membandingkan semuanya hanya dari tinggi badan atau bentuk wajah tidak akan memberi gambaran yang adil.

Keunikan robot humanoid Meta Max saat ini adalah posisi Meta sebagai pengembang perangkat lunak dan ekosistem AI yang sedang mencoba wujud fisik, dengan bantuan mitra berpengalaman dalam mekanika robot. Apakah pendekatan ini lebih efektif daripada strategi perusahaan lain? Belum ada dasar pengujian publik yang setara untuk memberikan pemenang.

Data pembanding GR-3 berasal dari dokumentasi resmi Fourier, bukan asumsi tentang tubuh Max.

Tantangan Keamanan, Privasi, dan Robot untuk Rumah

Rumah adalah lingkungan yang jauh lebih rumit dibanding panggung demonstrasi. Ada anak kecil, hewan peliharaan, lantai basah, kabel listrik, dan benda berharga yang mudah jatuh. Robot yang bergerak di dekat manusia harus mampu mengenali bahaya dan menghentikan gerakan saat kondisinya tidak aman. Tanpa itu, penampilan canggih saja tidak cukup.

Untuk robot humanoid Meta Max, belum tersedia dokumentasi publik lengkap mengenai penilaian risiko, sertifikasi keselamatan, ketahanan baterai, atau prosedur kegagalan. Karena itu saya tidak akan mengklaim bahwa perangkat sudah memenuhi standar tertentu. Pembahasan keselamatan dalam artikel ini adalah daftar persoalan yang perlu dijawab sebelum produk sejenis dapat digunakan luas.

Selain benturan fisik, ada risiko data. Robot rumah dapat mengandalkan kamera, mikrofon, atau peta ruang. Pengguna berhak mengetahui informasi apa yang disimpan, apakah dikirim ke server, berapa lama ditahan, dan bagaimana perangkat dimatikan. Keamanan siber juga penting karena perintah yang keliru atau akses tidak sah dapat berdampak langsung pada lingkungan fisik.

Saat menghubungkan robot humanoid Meta Max dengan visi agen Muse, penting diingat bahwa kontrol privasi Muse yang dijelaskan Meta berlaku pada layanan Muse sebagaimana diumumkan. Pengumuman itu tidak boleh dijadikan bukti bahwa Max sudah menerapkan pengaturan yang identik. Perangkat fisik memerlukan evaluasi privasi serta keselamatan tersendiri.

Tantangan berikutnya adalah biaya produksi, perawatan, servis, ketersediaan suku cadang, dan dukungan perangkat lunak. Bahkan jika robot mampu mendemonstrasikan tugas tertentu, kebutuhan pemeliharaan serta harga dapat membatasi pemakaiannya. Semuanya masih pertanyaan terbuka untuk Max; kita belum memiliki harga resmi atau informasi distribusi yang dapat dipakai menghitung nilai ekonominya.

Apakah Meta Max Dijual? Harga, Jadwal Rilis, dan FAQ

Jawaban singkatnya: tidak. Dalam tanggapan yang dilaporkan The Information, Meta menyatakan kerja sama dengan Fourier berfokus pada penelitian dan eksperimen internal, serta tidak memiliki rencana menjual unit-unit tersebut. Jadi, robot humanoid Meta Max bukan barang yang saat ini bisa dipesan melalui toko resmi di Indonesia maupun pasar internasional.

robot-humanoid-meta-max-featured

Berapa harga robot humanoid Meta Max? Belum ada harga publik yang diumumkan. Perkiraan dari harga robot lain tidak layak disebut harga Max, sebab konfigurasi, produksi, layanan, dan tingkat kesiapan perangkat berbeda. Jika Anda menemukan penawaran yang mengaku menjual Max, jangan langsung menganggapnya sah tanpa bukti dari kanal resmi.

Kapan robot humanoid Meta Max dirilis? Perusahaan belum menyebut tanggal peluncuran konsumen. Pengembangan Max 2 tidak otomatis berarti penjualan sudah dekat. Dunia robotika sering melewati banyak tahap pengujian sebelum suatu perangkat aman dan layak dikirim ke rumah orang.

Apakah robot ini bisa membersihkan rumah? Ambisi jangka panjangnya terkait tugas rumah, tetapi bukti publik yang tersedia baru menjelaskan prototipe, kemampuan menangani objek kecil yang dilaporkan, dan sejumlah target desain. Itu belum menunjukkan kemampuan membereskan rumah secara mandiri dalam situasi sehari-hari.

Apakah Max sama dengan GR-3? Tidak. GR-3 adalah produk Fourier yang memiliki halaman spesifikasi tersendiri. Max dilaporkan merupakan hasil penyesuaian dan pengembangan bersama Meta. Keduanya tidak boleh disamakan untuk ukuran, fitur, atau kesimpulan tentang kemampuan.

Dari seluruh informasi yang bisa diperiksa per 2 November 2026, nilai berita terbesar robot humanoid Meta Max terletak pada pertemuan riset AI Meta dengan keahlian robotika Fourier. Saya menyarankan pembaca mengikuti pengumuman resmi berikutnya, terutama jika tersedia video uji, spesifikasi final, dan evaluasi keselamatan. Untuk perkembangan teknologi lain, kunjungi HALUONE. Salam, HALUONE.